Minggu, 02 September 2018

Resep Rendang Daging

Bahan Utama dari resep masakan rendang daging Padang adalah sebagai berikut:
  • 2 liter santan (dihasilkan dari 2 buah kelapa tua)
  • 1.5 kg daging
Bahan bumbu dan rempah untuk resep membuat rendang daging Padang:
  • 2 lembar daun kunyit, simpulkan
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 cm asam kandis(gelugur)
  • 2 batang daun serai, memarkan
Bumbu resep daging rendang Padang:
Haluskan:
  • 12 butir bawang merah
  • 2 cm jahe, bakar
  • 1 sdt jintan, sangrai
  • 1/2 sdt pala
  • Penyedap rasa secukupnya
  • 100 g cabe merah besar
  • 3 cm kunyit, bakar
  • 1/2 sdm ketumbar
  • 2 sdt garam
  • 6 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri
  • 100 g cabe merah keriting
  • 2 cm lengkuas

Cara memasak resep rendang daging sapi spesial Padang

  • Kita olah dulu daging yang telah disiapkan: potong-potonglah daging rendang dengan bentuk kotak-kotak(dadu) atau sesuai dengan ukuran yang Anda inginkan.
  • Sebaiknya tidak memotong daging dengan ukuran terlalu kecil, supaya pada saat daging dimasak, tidak membuat daging menjadi hancur.
  • Siapkan wajan berukuran besar. Tuangkan santan ke dalamnya.
  • Masukkan juga serai, irisan bawang merah, asam dan daun kunyit.
  • Aduk-aduk bumbu sampai benar-benar mendidih, yakinkan bahwa santan yang sedang dimasak tidak pecah.
  • Selama proses ini Anda sebaiknya mengaduk-aduk santan dengan perlahan-lahan dan hingga benar-benar mendidih dan merata.
  • Jika santan telah mendidih, masukkanlah bumbu yang telah dihaluskan kedalamnya dengan perlahan-lahan dan sesekali mengaduk-aduk. Lakukan selama 20-30 menit.
  • Bila santan terlihat telah berminyak, Masukanlah potongan daging rendang yang sudah dibersihkan.
  • Setel nyala api kompor menggunakan api kecil atau sedang, lalu masaklah hingga santan mengental dan mengering dan juga bumbu meresap ke dalam pori pori daging.
  • Lanjutkan memasak hingga daging menjadi empuk dan matang dengan merata, sabar dan tekunlah untuk mengaduk-aduk perlahan dan terus-menerus supaya bagian dasar tidak menjadi gosong dan daging matang dengan sempurna.
 Selamat Mencoba :)


Sumber : https://www.merdeka.com/gaya/resep-masak-rendang-daging-padang-kln.html

Kisah Si Anak Singkong

Chairul Tanjung. Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Ya, beliau adalah salah satu pengusaha sukses kebanggaan Indonesia. Beberapa perusahaan besar dan terkenal yang beliau miliki saat ini diantaranya Bank Mega, Detikcom, TRANS TV, TRANS7, TRANS STUDIO (Bandung dan Makassar), BSM ( Bandung Super Mall), Carrefour, dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan lain yang berada di bawah pimpinannya.

Disini, saya tidak akan membahas terlalu detil tentang perusahaannya. Saya hanya ingin berbagi tentang perjalanan "Si Anak Singkong" ini membangun kerajaan bisnisnya, dari nol, bukan warisan atau mengembangkan bisnis keluarga, tapi benar-benar dari nol.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Sebenarnya, Chairul Tanjung lahir di keluarga yang cukup berada. Ayahnya, A.G. Tanjung adalah seorang wartawan surat kabar. Pada saat Orde Baru terbentuk, sang ayah terpaksa harus menutup perusahaan pers nya karena tulisannya banyak berseberangan dengan penguasa politik saat itu. Hal ini membuat orang tuanya terpaksa menjual rumah dan pindah ke sebuah kamar losmen yang sempit.

Kedua orang tua beliau sangat tegas dalam mendidik anak, menurut mereka, untuk keluar dari jurang kemiskinan, pendidikan adalah langkah yang harus ditempuh.

Setelah lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, Chairul Tanjung melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Selama kuliah, Chairul Tanjung dikenal sebagai mahasiswa teladan. Hal ini terbukti dengan diperolehnya penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Tingginya biaya kuliah, membuat jiwa bisnis Chairul Tanjung muncul saat itu. Untuk membiayai kuliahnya, beliau pernah membuka usaha foto kopi di kampusnya. Beliau juga pernah berjualan kaos dan buku kuliah stensilan.

Setelah lulus, beliau sempat mencoba membuka usaha, yaitu toko perlatan medis dan laboratorium. Tapi sayang, bisnisnya ini mengalami kebangkrutan. Selain itu, beliau juga membuka usaha di bidang kontrkator dan telah mengerjakan berbagai proyek industri terutama barang yang berbahan dasar rotan. Kemudian beliau membangun sebuah perusahaan, yaitu perusahaan PT. Pariarti Shindutama bersama beberapa orang temannya pada tahun 1987 dengan modal awal Rp.150 juta yang beliau peroleh dari Bank Exim. Pada awalnya, bisnis ini terbilang lancar. Bahkan mampu menangani beberapa jenis ekspor, termasuk sepatu. Saat itu, bisnis mereka mengalami kemajuan. Tapi beliau memiliki jalan pikiran yang berbeda dengan rekan bisnisnya. Sehingga beliau keluar dan mendirikan usahanya sendiri.

Setelah keluar dari PT. Pariarti Shindutama tadi, beliau membidik tiga bisnis inti, yaitu keuangan, properti, dan multi media. Lalu berdirilah Para Group. Perusahaan konglomerasi ini memiliki Para Inti Holindo sebagai Father Holding Company yag membawahi beberapa sub holding, yakni Para Inti Propertindo (properti), Para Global Investindo (bisnis keuangan), dan bidang media dan investasi.

Dalam bidang properti, Para group memiliki Bandung Super Mall yang menghabiskan dana hingga 99 milyar. Dalam bidang investasi, Para Group, melalui perusahaannya, Trans Corp, membeli 40% saham Carrefour, MoU pembelian saham ini ditandatangani di Perancis, pada tanggal 12 Maret 2010.

Pada tahun 2010 itu, Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di dunia, dan Forbes memasukkan Chairul Tanjung sebagai salah satu orang terkaya di dunia, asal Indonesia.
Pada tahun 2011, Forbes kembali memasukkan namanya di peringkat 11 orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan sebesar 2,1 Milyar dolar AS.
Saat ini, Chairul Tanjung berada di posisi 5 besar daftar orang terkaya di Indonesia.

Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Group menjadi CT Corp Pada 1 Desember 2011.
CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan financial, media, hiburan, gaya hidup dan sumber daya alam.

Menurut Chairul Tanjung, modal memang penting dalam sebuah bisnis. Namun, kemauan dan kerja keras adalah hal lain yang wajib dimiliki oleh seorang pengusaha. Lalu yang terpenting dalam sebuah bisnis menurut beliau adalah mengembangkan jaringan atau networking seluas-luasnya. Mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya, baginya, membangun kepercayaan pasar, sama pentingnya dengan membangun integritas. Tidak hanya berteman dengan perusahaan-perusahaan besar bahkan beliau menggambarkan hubungan baik dengan  pengantar surat sekalipun adalah hal yang penting. Jika perusahaan sepi order, maka relasi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membuka order lagi.

Bagi generasi muda yang akan terjun ke dunia bisnis, Si anak singkong ini berpesan agar generasi muda mau bersabar dan menapaki tangga bisnis satu per satu. Karena membangun bisnis itu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Jangan sampai terpancing untuk menggunakan jalan pintas (instant), karena dalam usaha, kesabaran adalah kata kuncinya. Memang sangat manusiawi jika kita dalam berusaha ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima langsung.

Menurut beliau, anda tidak perlu malu untuk melakukan usaha dengan modal kecil walaupun untungnya kecil. Karena beliaupun mendapatkan keuntungan pertamanya hanya sebesar Rp.150;.




Sumber : http://pencaripeluangbisnis.blogspot.com/2013/12/kisah-sukses-chairul-tanjung-si-anak.html

Tugas Resensi Pelatihan TIK Mahasiswa Baru UNY 2018


Nama    : Saila Rizqi
NIM      : 18803244014
Prodi     : S1 - Pendidikan Akuntansi

Berikut tugas resensi pelatihan TIK untuk mahasiswa baru UNY 2018 :

Judul Buku           : Sistem Ekonomi Indonesia : Tafsiran Pancasila dan UUD  1945
Penulis                  : - Prof. Dr. Munawar Ismail, SE, DEA
                                - Dwi Budi Santosa, S.E., MS., Ph.D
                                - Prof. Ahmad Erani Yustika, Ph.D
Penerbit                : Erlangga
Tahun Terbit         : 2014
Jumlah Halaman  : 192 halaman

        Buku ini menjelaskan secara detail tentang perkembangan sistem ekonomi yang ada di Indonesia mulai dari awal kemerdekaan. Baik dari orde lama, orde baru, dan reformasi dijelaskan bagaimana sistem ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
        Buku ini terdiri dari 12 bab yang terbagi dalam 3 bagian. Pada bagian I ini merupakan pengantar yang tujuannya untuk mengantarkan pembaca agar nantinya bisa memahami dengan baik substansi dari Sistem Ekonomi Indonesia yang akan diuraikan pada bagian selanjutnya. Lalu pada bagian II buku ini akan ditunjukkan bentuk konkret dari Sistem Ekonomi Indonesia itu sendiri dan perkembangannya mulai dari awal kemedekaan. Dijelaskan juga bagaimana pandangan penyelenggaran sistem ekonomi agar sesuai dengan pancasila dan UUD 1945 di setiap orde yang yang berbeda. Kemudian pada bab III akan menunjukkan tentang sistem moneter dan sistem fiskal yang menunjang implementasi sistem ekonomi Indonesia.

Kelebihan :
-  Buku disusun secara sistematis, dari awal pengantar sampai keintinya, dalam setiap bab juga   dilengkapi kesimpulan
-  Buku ini memberi penjelasan secara detail juga disertai pendapat beberapa ahli
-  Buku ini dilengkapi dengan bagan dan tabel


Kekurangan :
-  Ukuran huruf yang digunakan dalam buku ini terlalu kecil




 Ismail, Munawar. dkk. 2014. Sistem Ekonomi Indonesia: Tafsiran Pancasila dan UUD 1945. Jakarta : Erlangga.

https://www.uny.ac.id/
http://library.uny.ac.id/